Widget by Blogger Buster

Linux Jatirogo

Selamat datang di Sahabat DW. Sebuah blog berisi tulisan amatir seorang siswa dan penggila Open SOurce Software

Sahabat DW

Kenanglah, karena kenangan terciptu untuk dikenang. Sebuah kenangan akan sangat berarti jika dapat merasakan makna dari kenagan yang terkenang itu

Sahabat DW

Andaikan pengalaman dijual di toko-toko tentu pengalaman akan mudah didapatkan, dan tentunya di dunia ini nggak ada orang yg nggak berpengalaman.

Sahabat DW

Sebuah jejak akan hadir setelah kita memilih untuk melakukan sesuatu, baik buruk jejak tergantung pilihan kita

Sahabat DW

Jangan ragu untuk melangkah, karena takdir dan mimpi tidak pernah salah, mereka berjalan di jalan yang memang seharusnya. Mari abadikan semua ada pada kita dengan menulisnya

22 Dec 2011

Kebanggaan?


Entah hari apa itu, yang jelas dalam foto itu aku mengenakan seragam pramuka bersama temanku saat kejadian ini berlangsung.
Siang yang belum muncul diawali dengan guyuran air dari langit yang entah berapa butir yang membuat basah roda sepeda dan jalan yang saat itu baru saja diaspal. Pagi yang tak cerah itu, aku dan Frans mengayuh sepeda onthel yang kami anggap “keren” menuju ke SMA 1 Jatirogo, dengan tujuan mewakili SMP untuk ikut lomba blog di SMA dalam rangka ulang tahun sekolah yang berlokasi di Bader. <short story>
Awalnya ku pikir yang akan ikut lomba tersebut adalah semua sekolah di kota ini, eh taunya. . . . .yang ikut cuma 3 sekolah, dan juaranya 1-3 = bohong
last story, aku dan Frans memang pulang denga membawa piala juara pertama, teman-teman yang lihat tampaknya punya anggapan kami seorang blogger yg hebat karena yang merekatahu kami berlomba dengan banyak sekolah. Wkwkwkwk . . .jujur saja aku merasa seperti melakukan pembohongan pada temanku. (Kalo dulu ketahuan paling sudah buah ini muka jauh-jauh)

Someone?


Tokoh spesial selalu ada dalam hidupku, baik tokoh idola atau tokoh yang lebih dekat dari seorang idola. Bahkan dalam hidupku banyak tkh yang benar-benar aku idolakan. Saat aku ditimangan, ibuku adalah idola ertaaku, ketika malam ayah adalah idola dalam pelukanku, saat usiaku 5 tahun idlaku adalah mbak berambut panjang yang selalu menjadi temanku, saat aku di tanah orang yang kini telah pergi adalah idola baruku. Saat aku duduk di bangku SD kelas 4 rasul-Nya yang terakhir adalah idolaku, saat aku SMP seseorang dengan senyuman dari wajah dengan balutan jilbab yang tampak anggun juga jadi idolaku, juga dengan pria berkumis tebal yang selalu membuatku berinspirasi. Banyak lagi tokoh ekstern yang jadi idolaku yang kini berpengaruh dalam karakterku baik sedikit atau mungkin secara garis besar. Yang perlu kau ketahui, sekalipun aku banyak idola, aku tak pernah melupakan idola-idola lain karena mereka memang ada dalam karakterku.
Mungkin.

Subtitusi Preman


Ini sebuah kenangan dari teman yang pernah duduk sebangku denganku saat kelas VIII tempo dulu.
Andreas Vernando Setiawan, laki-laki bertubuh atletis dengan kulit putih serta otak quad core menjadi sifat yang tersimpan dalam sikap diamnya Mungkin baginya diam adalah belajar, dan aku rasa pandangan hidupnya adalah semua hal dapat dihitung dengan pasti. Ia memang jarang berinteraksi, paling-paling berinteraksi kalo soal “curi” jawaban, itupun tidak sering.
Sulit memang jika ditulis bagaimana wataknya serta kesehariannya, yang pasti ia pernah mendapat gelar “preman” dari diamnya itu Mungkin ia sedikit bangga dengan gelar itu, karena semenjak saat itu ia jadi sering terlambat berangkat sekolah, andai kau tahu dirinya aku takkan sulit menceritakan hal ini padamu betapa santai anak satu ini.
Ia juga adalah seorang “tukang” paku saat kegiatan pameran seni rupa diakhir semester dulu.
Kenangan ini akan menarik jika kau pernah berjumpa dengannya, karena kenangan milik jiwa-jiwa yang terkenang

Bekas Surga


Apakah surga berbekas? Jika itu adalh surga kita, maka jawabannya “Ya”. Karena bekas adalah implementasi dari sisa, rusak, dan sifat-sifat cacat dari sesuatu yang pernah dipakai.
Kita dulu pernah mimiliki tempat yang kita anggap sebagi surga, semua orang punya surga. Suraga kami adalah lingkunga sekitar rumah kami dengan hamparan rumputnya yang luas dan selalu menghijau di akhir pekan, surga dengan hembusan angin sejuk yang membuat daun-daun menari dan pohon-pohon bergoyang. Surga dengan sawah yang jika sudah dipanen akan menjadi tempat ikan dimana ikan itu menjadi santapan kami dan sawah itu menjadi tempat tertawa riang bersatu.
Kini semua jadi barang bekas, karena pondasi rumah-rumah yang baru dibangun menutupi bahkan menghapus mereka, rumah-rumah yang membuat nafas semakin sesak, yang membuat surga kami hanya jadi sebuah kenangan untuk hari ini.

Srigala Kecilku


Seperti yang pernah ku tulis “Setiap Jiwa Punya Srigala”, begitupun dengan diriku, kerana aku juga punya jiwa. >_< Sekalipun saat itu masih kecil tapi aku rasa srigala dalam diriku sudah sering hadir, bahkan menguasaiku.
Suatu ketika, saat setelah beberapa minggu aku mendapat title kakak, rasa cemburu pada adikku mulai muncul. Kau tahu semenjak saat itu aku menjadi pisau yang selalu dijauhkan oleh ibuku dari adikku. Aku tahu mereka sayang juga padaku, namun sayang itu terlambat karena aku sadar akan hal itu setelah usiaku +7 tahun, dan sungguh sial aku terlanjur meletuskan kecemburuanku itu.
Suatu sore di bawah lampu putih panjang, tanpa sadar aku raih tangan kiri adikku, dan kau tahu apa yang terjadi? Srigala itu menggigit tangan mungil tek berdosa itu. Hey! Bukan aku yang melakukan, tapi sial memang mulutku yang saat itu menempel di tangan kirinya.
Jeritan tangis bayi kecil dengan popok dan baju berenda membuat dua tamparan mendarat di kedua pipiku, dan aku tahu suara tangisanku saat itu ternya la lebih tinggi dari adikku, tak ada yang menolongku saat itu, semua memeluk adikku. Mungkin mereka tahu aku tak seharusnya seperti itu, atau mungkin mereka menghukumku dan membiarkan aku dipelukan srigala.

Powered By Blogger

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More