Widget by Blogger Buster

Linux Jatirogo

Selamat datang di Sahabat DW. Sebuah blog berisi tulisan amatir seorang siswa dan penggila Open SOurce Software

Sahabat DW

Kenanglah, karena kenangan terciptu untuk dikenang. Sebuah kenangan akan sangat berarti jika dapat merasakan makna dari kenagan yang terkenang itu

Sahabat DW

Andaikan pengalaman dijual di toko-toko tentu pengalaman akan mudah didapatkan, dan tentunya di dunia ini nggak ada orang yg nggak berpengalaman.

Sahabat DW

Sebuah jejak akan hadir setelah kita memilih untuk melakukan sesuatu, baik buruk jejak tergantung pilihan kita

Sahabat DW

Jangan ragu untuk melangkah, karena takdir dan mimpi tidak pernah salah, mereka berjalan di jalan yang memang seharusnya. Mari abadikan semua ada pada kita dengan menulisnya

14 Aug 2013

Kimi Ga Ireba (Parafase n Translate)

Rintik hujan yang jatuh seakan menggores luka lama,

luka yang bahkan tak bisa kulupa usai berdo'a

Rania,

andaikan di dunia ini hanya ada satu payung untuk bernanung,

aku akan mencarimu dan memberikan naungan itu padamu,

karena hanya itu yang aku punya,

Biarlah.

Tak apa, biar saja hujan mengguyur hatiku,

setidaknya, semua itu kulakukan untuk sebuah alasan.

Rania,

beritahukanlah padaku,

apa yang mengganggumu,

petang pasti kan pulang,

selayaknya pagi kan datang,

selalu ada cerita bahagia diujung nestapa,

karena tak mungkin hujan tuun selamanya,

percayalah,

pada suatu masa ia bakal reda,

jadi percayakanlah aku pada hatimu.

Rania,

jika kau memintaku untuk memilih antara bulan dan matahari,

pada bulanlah aku memilih,

kerana aku akan dapat bersinar jika bersamamu,

jangan kau merasa sendiri memikul beban itu,

ingatlah, ada aku di sini,

seseorang yang akan melukis pelangi di hatimu,

membenamkan lara dan menerbitkan bahagia





(*).. Harusnya aku mengirim surat ini untukmu sejak dulu, namun aku tak punya keberanian, jadi aku simpan di almari kayuku selama berwaktu-waktu.  

Rindu Segelas (Untuk Sahabatku, Semoga Masih Mengingatku)

Aku merasa seperti sebongkah batu saat dihadapanmu,

tak pernah dipedulikan, selalu terabai olehmu

bahkan seakan ingin sekali kau singkirkan,

karena kau anggap hanya sebagai pengganggu.

Senyum yang dulu pernah kau busurkan,

kini telah kau hempaskan,

dan lagi pernah kau berikan,

mungkin untuk kawan barumu seyum itu kau berikan,

dan aku tak lagi dalam ingatan

Sobat,

Dulu kita sekelas

selaian dirimu tak ada yang lebih cerdas

aku selalu di luar kelas

tak lain karena tak bikin tugas

hari ini semua berganti,

kita tak sekelas lagi,

tebing, gunung dan semuanya

berlutut saat kau lewat,

Dulu kita sekelas

makan dan minum di gelas yang sama

aih sobatku, rindu rasanya minum segelas

rindu rasanya memetik senyum ranummu.

Seseorang itu . . .

[Orang Baru Dalam Hidupku]

Siapakah dia? Ah, awalnya aku tak terlalu memperhatikan. Namun dia terlalu berlebih menyanjungku. Sanjungan itu termasuk dalam kategori hal yang tak aku sukai. Kurasa dia datang tidak pada waktu yang tepat, karena aku sedang berniat untuk mengosongkan hatiku dari semua renik asmara. Sepertinya aku tahu kalau dia menyukaiku, namun aku tak akan bilang apapun soal hatiku, maaf-maaf saja aku tak mau mengulangi kesalahan. Lebih baik tetap seperti ini saja.

Aku dan kamu seperti hujan dan batu cadas, selamanya tak bisa bersatu, karena aku tak bisa menyesapmu cukuplah aku menemanimu seperti ini saja, seperti air sungai dan batu karang.

12 Aug 2013

Ruang Gerak

 

Pilihan kadang membuat kita menyesal, namun tidak memilih justru akan membuat kita terpuruk, dan tak jarang menjadikan kita sebagai orang yang munafik.

Ok, kemarin hari-hari sulit untukku. Kehilangan salah seorang sahabat terdekatku dan dan kehilangan seseorang yang biasanya aku jadikan sandaran hati. Setidaknya untuk saat ini aku tak akan membhongi mereka tentang apa yang sedang menggelayut di hatiku. Kadang untuk menjelaskan hal yang sepele itu sulitnya minta ampun, dalam keadaan biasa tentunya tak mungkin seperti itu, namun pada keadaan tertentu tentu tak mudah menjelaskan apa yang seharusnya mudah untuk dijelaskan, karena sebuah alasan. Kupikir cukup aku saja yang tahu, karena aku tak mau memaksamu untuk berfikir sama denganku.

Semalam Egays merengek lagi padaku, sungguh itu adalah rengekan sahabatku yang selalu aku rindukan ketika di pondok. Beberapa waktu lalu, rengekan Ega itu memberiku sebuah pelajaran berharga. “Percuma saja merengek atau menggerutu pada hal yang jelas-jelas tidak akan berubah dengan gerutuan itu, sia-sia belaka. Tak usah menagisi hari kemarin, karena kita hidup di hari ini.” Namun Gays, rengekanmu itu sungguh mencandu di tiap hariku untuk saat ini, entah esok atau lusa.

Sekarang, tak ada siapa2 yang mengisi hatiku, biarlah, mengkin memang sebaiknya kosong terlebih dahulu.

“aku tahu ku takkan bisa

menjadi seperti yang engkau minta”

11 Aug 2013

Bermimpi

Bermimpi sungguh menyenangkan, namun saat bangun dari mimpi sungguh kesal rasanya, lantaran saat bangun kita akan sadar bahwa dunia nyata tak semudah itu penaklukannya, tidak semudah di dalam mimpi.
Omong-omong soal mimpi, dalam benakku, mimpi itu ada dua. Pertama mimpi saat kita tidur, dan yang kedua adalah mimpi saat kita berkhayal dalam keadaan terbangun. Sekali lagi, mimpi itu sungguh menyenangkan, namun juga sungguh menyebalkan bila hanya menjadi sebatas mimpi. Ya, hanya menjadi film yang tak sedikitpun bisa mengubah keadaan.
Semenjak menyadari hal itu, aku selalu berusaha untuk mimpi dalam keadaan sadar, dalam keadaan mengingat betapa sulitnya hidup di skenario sungguhan ini.

Powered By Blogger

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More